PADA sekitar abad ke-12, Islam mempunyai tokoh insinyur mesin bernama Al- Jazari. Beliau memberikan banyak khazanah dalam pengetahuan di bidang mekanik.
Sebagai seorang insinyur mesin, Al-Jazari telah mengembangkan jam yang bisa digunakan untuk menentukan waktu shalat, puasa dan haji. Bagi kaum Muslim, ketepatan waktu ini merupakan hal yang sangat penting.
Banyak hal yang telah dikenalkan oleh Al-Jazari. Beliau pernah mempelajari bagaimana air yang mengalir bisa digunakan untuk menggerakkan jam dengan akurasi yang cukup tinggi. Selain itu, beliau juga mampu mengukur waktu dengan akurat melalui jam gajah.
Dalam hidupnya, ilmuwan asal Al-Jazira, Mesopotamia, yang hidup di abad pertengahan itu pernah terdorong untuk menciptakan mesin pompa air. Ide ini muncul di dalam pikirannya ketika beliau ingin mempermudah umat Islam untuk berwudhu.
Berkat penemuan-penemuan briliannya, Al-Jazari membuat masyarakat Turki abad ke-12 bisa beribadah dengan lebih nyaman. Oh iya teman-teman, Mesopotamia di era sekarang ini dikenal sebagai wilayah tenggara Turki, yang terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat.
Sebagaimana ayahnya, Al-Jazari mengabdi sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu, kediaman dari Dinasti Artuqid cabang Mardin yang memerintah wilayah timur Anatolia sebagai wilayah pengikut dari Dinasti Zangid dan selanjutnya Dinasti Ayyubiyyah.
Buku Al-Jazari “Pengetahuan Ilmu Mekanik” menjadi sangat populer. Beliau berulangkali menegaskan bahwa dirinya hanya menjelaskan peralatan-perlatan yang dirancangnya sendiri.
Meski mungkin terlihat sepele di zaman sekarang, penemuan Al-Jazari mempunyai aspek paling penting pada mesin-mesin hasil kembangannya, seperti mekanisme, komponen, ide, metode, dan desain fitur yang dikerjakannya. Poros bubungan, kali pertama diperkenalkan tahun 1206 oleh Al-Jazari.
Dari berbagai sumber
